Cara Agar Tidak Terkena Penipuan Mandiri E-cash

Cara Agar Tidak Terkena Penipuan Mandiri E-cash

Dahulu hanya sedikit sekali orang yang berjualan secara online. Karena memang belum terlihat prospek dari berjualan online. Namun sekarang ada banyak sekali toko online yang menjual berbagai macam barang. Adanya toko online memang mempermudah segala hal. Mau beli sesuatu tinggal buka smartphone anda dan lakukan pembayaran melalui m-banking ataupun e-money seperti mandiri e-cash. Bagi seorang pembeli memang terlihat menyenangkan dan memudahkan kegiatan transaksi mereka, namun bagi penjual berbeda lagi. Seorang penjual harus berhati-hati agar tidak terkena penipuan mandiri e-cash.

Walaupun sebenarnya mandiri e-cash dibuat dengan tujuan untuk mempermudah transaksi, namun beberapa oknum jahat membuatnya menjadi modus penipuan mandiri e-cash. Oleh sebab itu, sebagai seorang penjual anda harus berhati-hati dan coba mengetahui ciri-ciri dari penipu yang menggunakan mandiri e-cash sebagai alat transaksinya ketika ingin membeli barang dari anda.

  1. Tidak menawar barang

Beli barang di pasar biasanya pasti akan menawar, bahkan harga sayur 3 ribu rupiah saja ditawar. Jadi ketika ada orang yang mau membeli barang dengan harga yang mahal tanpa menawar, anda patut curiga. Karena setiap orang pasti ingin mendapatkan harga barang yang lebih murah, karena tentunya selisih dari uang dari hasil menawar barang tersebut dapat disimpan atau di tabung.

  1. Tidak masalah jika biaya pengiriman mahal

Yang menjadi permasalahan dari berbagai macam toko online adalah biaya pengirimannya. Karena tak jarang karena lokasi calon pembeli sangat jauh dengan lokasi penjual maka biaya pengirimannya bisa melebihi dari harga barangnya sendiri. Namun seorang penipu tidak akan mempermasalahkan seberapa mahal biaya pengirimannya. Toh mereka tidak akan membayarnya, malah mereka akan mengambil semua uang anda di rekening.

  1. Mengirim foto KTP atau SIM tanpa diminta

Tidak ada calon pembeli yang mengirimkan foto KTP atau SIM secara tiba-tiba. Adanya penjual yang mengirimkan foto KTP atau SIM nya untuk mendapatkan kepercayaan pembeli, agar tidak dikira bahwa penjual adalah seorang penipu. Karena tentunya ketika calon pembeli mengirimkan KTP atau SIM buat apa, karena penjual tidak membutuhkannya. Yang dibutuhkan penjual hanyalah bukti transfer untuk melihat keseriusan calon pembeli.

  1. Bertanya apakah mengetahui mandiri e-cash

Dengan bertanya, calon pembeli yang menipu akan mengetahui apakah penjual sebagai target korbannya memiliki pengetahuan terkait mandiri e-cash atau tidak. Jika tidak tahu, maka penjual menjadi sasaran empuk penipu tersebut.

  1. Bukti transfer palsu

Bukti pembayaran yang diperlihatkan oleh calon pembeli terlihat janggal. Berbeda dengan bukti pembayaran pada umumnya. Anda harus memperhatikan baik-baik. Dari letak penulisan hingga font yang digunakan.

  1. Diminta untuk pergi ke ATM

Apabila anda sudah disuruh ke ATM, segera blok nomer calon pembeli anda. Karena sebagai penjual anda tidak perlu pergi ke ATM. Seharusnya calon pembeli lah yang pergi ke ATM untuk melakukan pembayaran barang yang dibelinya. Dan pastinya tidak ada bank apapun yang memiliki jenis transaksi yang menyuruh kita harus ke ATM untuk mencairkan dana transfer.

Jangan sampai anda terkena penipuan mandiri e-cash, anda harus bijak dalam menangani kejadian-kejadian seperti ini. Berikut adalah hal-hal yang dapat anda lakukan untuk menghindari penipuan.

  1. Melek teknologi, carilah informasi terkait mandiri e-money
  2. Jangan mudah tergoda dengan calon pembeli yang mau membayar mahal barang yang anda beli.
  3. Jangan pergi ke ATM ketika disuruh oleh calon pembeli.

Like and Share ya 🙂